Dendam Nyi Tya (haha)

3 jam yang lalu, saya habis chatting sama salah satu teman saya yang kemarin habis main bola di Frankfurt tapi kalah. Kami bergosip buanyuak sekali. Tentang macem-macem. Karena ada cerita yang bikin saya jadi agak-agak sedikit nafsu juga untuk membahasnya (biasa, gosip panas dari lapangan bola! Hihi). Gosipnya cukup bikin dongkol tapi sekaligus menambah kelegaan hati dan menambah semangat saya untuk menjadi yang LEBIH baik :) dan cukup membuat saya ingin membuat seseorang menyesal.

Karena waktu saya masih panjang (tapi sekaligus juga sedikit lagi). Karena saya menyukai kompetisi. Karena terkadang membuat orang lain menyesal itu menyenangkan. Lihat saja 5 tahun lagi! Rasakan! Rasakan! Lihat saja! (Ih jahat banget ih tya) <- Loh? Ini sesuatu yang positive loch (baca: ch), memotivasi diri atas dasar ingin balas dendam. Tapi ga segitunya juga sih, hanya masalah gengsi dan harga diri. Ah, udah ah. Saya jadi terlihat bodoh menulis ngarol-ngidul gini. Jangan diambil hati, mungkin efek sudah-lewat-tengah-malam-tapi-blon-ngantuk-ngantuk-juga.

Gila. Sekarang jam setengah dua dan belum merasa ngantuk, padal besok masuk jam 8, which mean i have to get ready before 7.30. Efek tidur siang kali ya? Atau mungkin efek makan kue? Tadi soalnya Lia ulang tahun yang ke 28, kita memberi surprise tart dan wine. Dan baru pulang sekarang. 

Oh kantuk datanglah!

4 comments:

raddie said...

sudah2...relakan saja...orang terkutuk nanti sengsara sendiri kok...huahahahha

ChenTya said...

relaaaaaaa dittttt gwwwwww tapi..

raddie said...

lagunya enak tan...

gak papa rela dulu, dendam kita balas blakangan...huahahahhaha....

ChenTya said...

BENAR! *tampang tegar mengembangkan hidung*