winter

these days has started.
dark before 5pm.
no light till 8am.
a day seem so short.
and bed will be a nice friend till february come.

wo de baba guli wo:

dibalik kesedihan tya terdapat kebanggaan tersendiri, tya pasti merasakan hal tersebut, dan itu semua adalah bekal; hidup dikemudian hari, yg akan membawa tya sebagai seorang yg matang dalam jiwa dan raganya, termasuk dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang profesional dalam bidangnya, disitulah tya akan dibayar mahal oleh org lain.

Mengaku Rasul: Sesat

“Akulah pembawa peringatan dan akulah yang akan mengubahnya menjadi berita gembira. Akulah rasul yang akan meniupkan hujan, menghancurkan dinding-dinding kepedihan, dan merobohkan kesengsaraan!” Guru Samir berteriak, berapi-api, mencoba menembus keyakinan para anggota majelis dari titik terlemah mereka. 

Guru Samir terus meneriakkan semangat, di tengah para petani yang berlinang air mata menerima kegagalan pahit setelah membanting tulang selama berbulan-bulan.

Mereka seperti menemukan juru selamat baru, yang dikirim untuk menyelamatkan umat yang memercayainya. Dialah sang Imam yang dijanjikan! Yang mampu membuat mereka lupa bahwa juru selamat itu juga manusia biasa seperti mereka. 

*Film ini bercerita tentang rasul palsu dan ajaran sesat*

Film ini berhasil membuat saya gondok sama kiai yang mengaku rasul alias guru Samir. Tadinya sebelum saya menonton ini film, saya kira ini hanya film hidayah-hidayah ga jelas (maklum hidup saya jauh dari peradaban per-update-an film Indo). Tapi ternyata saudara-saudara, ajakan sang pacar tuk menonton pun saya ikuti saja, dan ternyata: sepanjang film saya emosi melulu. Yak. Bagus. Yang bikin film pinter nih, bisa mainin emosi yang nonton. Atau saya emosi gara-gara tema nya ya? Hm.. Tonton saja sendiri! (di: www.dennyshotspot.com, cinema gallery, indonesian movies)

semangat! ayo semangat!

Semua ada ditangan lo, just believe that u can do it, believe that! Hanya masalah lo berani mengambil kesempatan itu dan menerima resiko darinya atau tidak. Semuanya kembali lagi, dengan lo siap atau tidak. 

Argggggg ich bin sehr begeistert, weisst du? Aber ich bin auch nervoes ueber meine Zukunft.. Es gibt keine Garantie, alle sind noch raetselhaft.. Ich moechte am besten fuer mich.. Ich moechte eine super Frau werden. Na ja, es gibt noch 2 bis 3 Monaten Zeit zu denken.. Ich muss dieses Semester schaffen und hole mein besten Zukunf  ab! 

Semangat!!!!! 

Btw physik Klausur gw dapet 2 loh.. Unglaublich banget kan!

Pesimis tingkat parah: mari bertela'ah!

Nachteile gw sekolah di Jerman, which mean "Andaikan saja gw sekolah di Indo.." :
  1. Gw jauh dari orang tua, keluarga, teman tercinta.
  2. Ngurus apa-apa sendiri: nyuci bajulah, nyuci piringlah, masaklah, bayar listriklah, bayar sana-sinilah, ngurus keuanganlah, ngatur waktulah, belanjalah, bersiin kamarlah, beresin tempat tidurlah, vakum kamarlah bahkan mencari uang pun sendiri >.<>
  3. Ga bisa seneng-seneng, hura-hura, foya-foya ala remaja Indo. Ga bisa karaokean. Ga bisa jalan-jalan ke mol terus bela-beli. Ga bisa nongkrong tiap minggu di Starbux. Ga bisa nonton di Cinema setiap movie baru keluar. Ga bisa beli baju kaya di mangga dua. Karena semua di Jerman mahal. Makan saja irit, kok mau hura-hura.
  4. Agama semakin menipis.
  5. Kalo gw sekolah di Indo, gw ga perlu susah payah belajar kaya gw sekolah di Jerman. Everything is Bahasa Indonesia. Ga perlu nerjemahin lagi. Ga perlu buka kamus. Ga perlu buka jot.com atau pun wikipedia.de.
  6. Gw rasa kuliah di Indo itu fun. I dont know. Sepertinya begitu. Karena menurut gw, temen-temen gw yg menurut gw capability-nya dibawah gw aja bisa kuliah dengan tiap minggu jalan sana jalan sini. Apalagi gw? Gw rasa kul di Indo tidak menyebabkan stress, haus kasih sayang, homesick dll.
  7. Muka gw jerawatan gara-gara ga cocok udara disini.
  8. Makanan disini juga bikin gendut banget.

Vorteile gw sekolah di Jerman:
  1. Jauh dari orang tua, teman dan sanak saudara itu wajar. Mau tidak mau kita akan menghadapi itu semua. Lagipula sekarang komunikasi gampang. Internet? ok. Telp? bisa, walaupun agak mahal. Mau lihat muka? Kan ada webcam. Itung-itung latihan buat masa depan nanti lah~
  2. Di rumah memang lebih enak, apa-apa diurusin. Tapi dengan apa-apa dilakukan sendiri, kita jadi tahu mana yang penting (banget) mana yang tidak penting (banget atau sedeng) mana yang harus dilakukan tiap hari, mana yang harus dihemat, mana yang boleh ditoleransi. Itung-itung latihan kalo kita uda punya penghasilan sendiri dimasa depan~
  3. Hidup harus hemat. Tapi jalan-jalan ke negara tetangga juga boleh, kata Bapakku "cari pengalamanlah sebanyak-banyaknya, pergi ke negara lain bisa menambah wawasan."
  4. Bebas. Tidak ada yang mengatur.
  5. Nambah satu bahasa: Deutsch (yang susahnya naujubile, sampe sekarang aja gw ga bisa lancar berkomunikasi)
  6. Latihan bahasa cina gw juga yang sudah lama terpendam. Jujur gw di Indo jarang ngomong Cina ma adek gw, disini malah gw tiap hari ngomong Cina. Secara sahabat gw, orang Cina. Dan gw selalu ketemu orang Cina kalau kemana-mana. So i can practice my Chinese.
  7. Mau tidak mau, harga jual kita di pasaran persaingan tenaga kerja nanti akan lebih tinggi. Karena kita lulusan Jerman.
  8. Jerman punya empat musim. Jadi gw bisa pake sepatu boot ;P
  9. Bisa latihan menghadapi hidup selanjutnya lah pokoknya. Ibaratnya, kalo gw dulu tinggal di asrama supaya, kata bokap gw, supaya latihan hidup nanti. Dan sekarang gw di Jerman, yang sudah hampir menyerupai hidup sebenarnya. Jadi gw ga akan shock lagi, jika nanti gw dikirim ke suatu tempat asing dan harus hidup disana (ada atau tidak ada teman dan saudara yang sebelumnya kita kenal). Karena kita sudah dilatih untuk bersosialisasi mencari teman baru, memilih teman dan menjadikannya teman sejati.
Masih unggul optimis 1 nomer. Semangat gw masih waras rupanya.

di tengah sensasi dikejar-kejar

Hore, hari ini fisika Kontrolle sudah dilewati dan senangnya lagi: gw bisa mengerjakannya. Rasanya tuh ::PLONG:: kalau fisika sudah terlewati, kali ini gw yakin gw bisa nutupin nilai 5.3 dari letzte Kontrolle gw!

Oya, percaya ga lo semalem gw kerja di restoran Cina? Hahaha.. Unglaublich banget ga sih gw kerja di Wismar. Gw semalem kerja 3 jam jadi mbak-mbak cuci gelas, ngelap meja dan menyiapkan minuman. Kerjanya ga cape sih, dapetnya juga dikit banget. Tapi lumayanlah buat ngisi waktu (sebenernya ga ngisi waktu juga sih, tuh Ayi-ayi cina minta tolong ke gw supaya dateng). Harusnya gw kerja sampe jam 10 malem, tapi karena gw bilang gw ada ujian besok jadi jam setengah sembilan gw uda dipulangkan. Pulang, bawa makanan. Bebek goreng, pisang goreng, mie goreng, udang goreng dll oily oily banget makanannya. Habis makan pusing-pusing gw dirumah.

Hmm, bokap gw pas gw ceritain gw kerja di resto cina pas chatting tadi langsung ngingetin: "Ya cari pengalaman boleh lah, tapi yang penting sem II ini tya lulus dulu." Hehehehe iya pak, tenang. Semalem habis pulang dari tuh resto cina gw belajar bentar abis itu tidur trus gw bangun lagi jam 4 pagi, dan apa yang gw lakukan sodara-sodara? Belajar. Karena gw takut banget Physik kali ini ga lulus lagi, dan gw lebih ga mau lagi kali ini ga lulus gara-gara gw kerja di tuh resto cina yang ngasi gw gaji 3 euro perjam (sial, standar Wismar 5 euro perjam sih, dan tuh resto semalem lagi sepi). Jadi makin giat gw menghafal tuh Isotherm, Isochore, Isobare & Adiabatische sembari mengerjakan soal-soal turunan dari Bagus, Daniel dan Dipta (anak angkatan diatas gw). Dan Alhamdulillah hasilnya 'rasa-rasanya' lumayan. Hidup sensasi di tengah dikejar-kejar Klausur!

Dan kalau nih Kontrolle dapet 2, gw ditraktir si Kibong. Lumayan, soalnya gw ada utang traktir dia orang Ente gara-gara Mathe gw kayaknya alamat dapet jelek banget (6euro melayang gara-gara ga bisa Mathe).

Tapi setidaknya gw seneng lah, duty gw minggu ini selesai. Walaupun masa dikejar-kejar belum selesai (dan kayaknya mah selama gw masih sekolah di Jerman, ga akan selesai-selesai, akan selalu merasa diburu), masih ada 2 Klausur minggu depan, Mathhe & Physik. Doakan lancar yaa dapet nilai min 3. Amin.

dikejar-kejar lagi

  1. Senin: Mathe lernen (Grenzwert fuer Funktionen)
  2. Selasa: Mathe lernen (Alle von Grenzwert)
  3. Rabu: Mathe 2.Kontrolle (muss nicht kleine als 3), Physik lernen (Thermodynamik Zustandaenderung)
  4. Kamis: Physik 3.Kontrolle (muss nicht kleine als 3), Deutsch lernen
  5. Jumat: Deutsch Klausur
  6. Wochenende: Macht zusammenfassung fuer Mathe und Physik, gibt es 2 Klausuren naechste Woche, muss ich staerke lernen und bekommt gute Note!
Ayo Tya semangat!

Bangun, belajar, masak, makan, tidur, bangun, belajar, masak, makan, tidur! Vornote muss nicht kleine als 3, so dass ich fuer die FSP kein Angst habe.

Warning: Tinggalin facebook&friendster demi masa depan cerah!

kids dont know shit, so do i.

happy? no.
agree? no.
say to me, i don't know shit!

the rules are simple

don't you ever do to me favor that i dont like. even once. and then i'll be your good girl. if u don't, i think goodbye is near to us. i better like living alone freely than everyday you hurt me.

BANGKE, fs gw dibajak!

Gw lagi emosi nih, gw lagi pelajaran Informatik. Seperti biasa, karena gw kepinteran (ngga juga sih, tapi emang karena orang Maroko gaptek-gaptek abis) jadi gw dengan sekejap mata bisa menyelesaikan Aufgabe-nya dengan lancar, lalu sisa pelajaran gw habiskan dengan berleha-leha dengan Modzilla Firefox sembari browsing kanan browsing kiri ngecek sana ngecek sini.

Klimaks emosi gw terjadi pada saat gw ngecek FS gw (klik), gw coba berkali-kali sign in kok ga bisa masuk dan gw baru ngeh kalo ga bisa masuk bukan karena password salah ketik tapi email address nya nicht existiert (BUSEH! Was passiert nih ama fs gw? Perasaan tadi malem dia baik-baik saja), kalau nicht existiert berarti account gw kehapus atau ada yang ganti email account gw. Gw check lah lewat url fs gw, ternyata eh ternyata gw menemukan shout out gw berubah menjadi -> "FS aq pinjem.... klo mo balik hub YM aq.... Bajak_FS"

Yep, fs gw dibajak orang. Oh. Yey. Hoh. Ngok. Ah. Di fs ga ada hal penting apa-apa sih, paling cuma foto-foto gw yang takutnya disalah gunakan (ciah!). Oh! Sama testi-testi dari temen saya dari smp, hmf, agak sayang sih, tapi ya sudahlah relakan saja!

Si pembajak minta imbalan sih sebagai pengganti fs saya setelah saya chatting dengannya, dia minta saya webcam-an dengan dia. Saya yang sedang bersama pacar saat itu langsung angkat sebelah alis. HEH? Jijik banget. Ogah dah. Ambil deh fs gw. Toh, teman bisa di add lagi, fs bisa dibikin lagi. Gratis lagi. Jadi inget, temen saya pernah juga dibajak fs nya dan si pembajak minta pulsa 50ribu ditransfer ke nomer starone-nya.

Dilema Diet

  1. Niatnya ingin skip dinner, dengan kekuatan bulan niat purnama pun gw mengurungkan untuk tidak makan malem. Tapi apa yang terjadi sodara-sodara? Memang Cookies-cookies jahanam! Setiap malem-malem kalo lagi bertempur dengan pr-pr dari Fr. Vilkner (baca: pr mathe, maklumlah akika kan masih anak studienkolleg), mulut rasanya pengen makan yg manis-manis, di otak gw yg ada: antara belajar sambil ngemil atau ga belajar langsung tidur? Ya karena gw anak yg rajin belajar dan berkeinginan lulus FSP semester ini, gw pilih option pertama lah! Alamak!

  2. Olahraga. Sumpah ini niat uda gw kumandangkan sejak gw awal masuk semester 1 (sekarang gw semester 2). Tapi apa yang terjadi sodara-sodara, niat tinggallah niat, laki gw mulutnya uda bebusa kali ngajak olahraga bareng. Laki gw ceritanya hobi basket, tapi biasanya gw maen pingpong ama dia, karena gw pobhia akan bola gede (baca: bola yg kalau kena badan sakit). "Sayang, maen pingpong yuk ke sporthalle.." lalu jawaban gw akan bervariasi aritmatik antara "Aduh sayang, di luar dingin.", "Sayang, males :(", "Sayang, banyak pr.", "Sayang, mau nyuci baju.","Sayang, aku kayaknya ga enak badan deh.." dan terakhir jawaban abadi gw: "AH, bet pingpong sporthalle payahan, karetnya abal, ga enak banget mainnya, nanti aja deh main pingpong lagi kalo aku uda dikirimin bet pingpong ama mama." <- bet pingpongnya minggu ini dateng. YES. Gw harus nepatin janji. Demi keringat.                                                                                                                                
  3. Terlalu banyak kritik dan saran untuk berdiet dari teman-teman dan sodara-sodara serta laki gw yg super bawel tentang penampilan (maklumlah, dy masih abg gitu soalnya) ternyata bisa menjadi tekanan batin yang menyebabkan anda ingin memberontak untuk tidak melakukan apa yg disarankan dan sesuatu yg dikritik itu.

    ::Zumbeispiel::
    Laki gw: "Sayang, uda kamu ga usa makan banyak-banyak." *sambil nyomot sate ikan dari piring gw*
    Gw: "Enak aja! Emang kenapa kalo gw gendut? GA SUKA? Sapa lo ngatur-ngatur gw? Suka-suka gw, mau gw gendut kek. Mau gw kurus kek. Mau gw lusuh kek. Mau gw berantakan kek. Bla.. bla.. bla.. Unsoweiter.." *sambil narik sate ikannya lagi ke piringnya dengan nafsu kanibal*

    Kasusnya adalah pacar yang berniat baik tapi juga menyebalkan mengingatkan pacarnya yang sudah sedikit overweight. Tapi karena si pacar memang betul kelebihan berat badan yang menyebabkan si pacar agak-agak sewot sensi dll yang kesel juga karena merasa di atur-atur, dia pun membalas dendam dengan makan lebih banyak. Dan malah menyebabkan kegendutan yang lebih menjadi-jadi.
Sumpah demi dedemit gw blon nimbang lagi sejak dari 2 bulan yg lalu, terakhir gw nimbang 57, dan sekarang gw rasa-rasa lemak di tangan di paha di perut makin tebel, gw pun terkena dilema diet. Gw takut nimbang. Males liat kaca, karena gw sebel banget ngeliat pipi gw segede bakpau nangkring di muka gw >.< TOLONG!!!

Eid Mubarak, everyone!

Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin.

So, how are you guys? It's been so long long long time I didnt care about my blog. Sampai pada sore ini, ketika cuaca di Wismar tiga hari ini hanya angin gede+hujan tiada henti+derajat yang cukup membuat kita menyalakan Heizung sampai 5. Beh. Saya yang tidak ada kerjaan pun ngotak-ngatik Flickr & Blogger & iPhoto. Dan TADA! Jadilah layout ini, saya rasa saya bakal pake layout ini sampai bosan :D


1 Oktober kemarin kita merayakan Idul Fitri, this is my first Eid that I haven't been home. Fasting in other country and celebrating Eid without family, oh, i can't believe i done those this year when im 18. I miss my family so much much much and can't stop envy my cousins coz they went back to Indonesia just for Eid while im just here. In Wismar. Thanks God, Wismar now is having so many Indonesians (not so many but it's better than the last count). We're having a night party at Fitra's. Opor ayam, sambel goreng ati (all are Fitra's cook, oh Fitra emang jago! ::HUGH::), ada gado-gado juga, ada soto daging nyokapnya Bagincuy, asoy deh makanannya. Why it's night? Coz everybody got their Vorlessung in the morning and afternoon (GOSH! even it's eid, we don't have free class), so we make it at night. Tapi tapi, saya libur, secara saya masih studienkolleg dan kebanyakan teman sekelas saya itu onta (baca: orang Maroko) jadi diliburkan sehari (saja). Iri sama yang di Indo yang libur 2 minggu tiap lebaran.

The feeling about this Ramadhan? I didn't feel anything. I feel my iman just dropping down, too many fasting that I didn't make it, too many Sholat that I just passed. Oh no no no, i have to encouraging my iman, I think I have to call my mom more.