pengalaman mengajar

Hari ini untuk pertama kalinya gw mengajar, sendiri, tanpa guru bantuan, di hadapan 26 anak SMP. Bukan mengajar masak, keterampilan tangan ataupun cara membuat lilin yang dulu pernah gw lakukan. Tapi mengajar pelajaran eksak, Fisika pelajaran tercinta waktu studkol (yang selalu membuat gw tidak bisa tidur tenang 2 hari sebelum Klausurnya tiba). Kali ini kita hanya membahas soal UN yang rencananya UN sendiri akan di selenggarakan pada bulan April.

Kelas sangat ribut, banyak anak-anak yang tidak konsen dan mengobrol, tapi masih cukup terkendali oleh gw. Selama 45 x 2 menit gw mengajar di kelas ini. Diawali dengan menanyakan sudah sampai mana pelajaran berlangsung dan sudah sampai soal UN tahun berapa yang dulu mereka pernah bahas dengan guru sebelumnya, karena gw hanya guru pengganti di sebuah sekolah gratis yang hidup dari zakat, amal dan sedekah. Yang gurunya sendiri adalah para sukarela yang meluangkan waktunya untuk beramal ilmu.

Kembali ke kelas, dengan keterbatasan pengalaman mengajar yang gw punya dan buku panduan primagama bekas milik ade gw. Gw pun membahas beberapa pertanyaan dari murid-murid dengan suara yang agak sedikit teriak-teriak, habis berisik. Memberi penjelasan tentang pengertian Daya Listrik dan Energi Listrik. Bercerita sedikit tentang bersekolah di Jerman, memberi dorongan agar terus belajar giat dan jangan patah semangat. Dan sempat memberi PR untuk pertemuan berikutnya. Dan kata ade gw, si Tiko, yang khusus jg hadir di kelas buat nemenin gw, gaya mengajar gw seperti kakak-kakak pembimbing bimbel. Hehehehe.. berarti masih boleh lah ya gw jadi guru.

Tahu ga? Bahwa menurut gw pribadi pelajaran fisika SMP untuk kelas Indonesia cukup tinggi. Karena pelajarannya ga jauh beda dengan pelajaran Studienkolleg. Percaya ga? Bedanya di Studienkolleg soal-soal nya lebih di kembangkan. Harusnya jika semua pelajaran SMP kita pahami benar dan benar-benar kita mengerti. Pelajaran Studkol seharusnya bukan kendala lagi. Lah wong cuma dikembang-kembangkan sedikit soalnya.

Kesan mengajar? Capek! Tapi juga menyenangkan. Bertemu murid dengan berbagai macam kepribadian yang berbeda-beda. Agak capek berbicara juga sih. Tapi jadi lebih mengerti perasaan seorang yang berprofesi guru. Bahwa betapa senangnya seorang guru, jika muridnya menyimaknya dengan baik dan bahan yang diajarkannya dimengerti serta soal-soal yang diberikannya dikerjakan dengan betul.

No comments: